Saya adalah penggemar film genre petualangan di tempat-tempat bersejarah serta eksotis. Film franchise 'The Mummy' (pokoknya sebelum akhirnya dibintangi Tom Cruise), menjadi favorit dan sudah saya tonton berulang-ulang. Maka ketika melihat trailer Jungle Cruise mengusung tema serupa, saya langsung antusias menanti.

 Dibintangi dua bintang film yang saya gemari, membuat masa penantian itu jadi lebih berkesan. Dwayne Johnson alias The Rock ini memang paling cocok saat bermain di genre petualangan eksotik dengan unsur komedi. Sosoknya di Jumanji dan Rampage membuat saya jatuh cinta.

 Ditambah lagi Emily Blunt juga ikut berperan di film ini. Saya mengidolakannya setelah menonton  A Quiet Place dan Little Women. Film A Quiet Place 2 menunjukkan kualitas akting Emily sampai membuat saya terkesima. Jadi tidak salah jika saya menyebutkan peraih Oscar untuk kategori Supporting Actress ini punya kharisma di tiap genre yang ia perankan.

 (Baca Juga: Review A Quiet Place 2)

 Sindiran Satir untuk Budaya Awal Abad 20

 Film ini mengisahkan tentang seorang pemilik kapal untuk turis menjelajahi Sungai Amazon bernama Frank Wolff (Dwayne Johnson). Ia adalah seorang pemandu wisata bertubuh kekar yang siap memberikan pengalaman berkesan di tiap perjalanan wisata sungainya.

Suatu hari ia bertemu dua bersaudara Houghton, Lily (Emily Blunt) dan adik laki-lakinya MacGregor (Jack Whitehall). Mereka berdua ingin mencari sebuah benda berharga yang ingin dipakai Lily untuk dunia medis. 

 

review jungle cruise moviereffi
Lily Houghton yang persisten


Setelah kesalahpahaman akibat kebohohangan kecil Frank, Lily dan adiknya akhirnya selamat dari pengejaran Don Aguirre, seorang bangsawan Spanyol, yang ingin membunuh Lily. Lily dianggap sebagai penghalang perburuan Aguirre dan pasukan bersenjatanya untuk mencari Lagrimas de Cristal.

Lagrimas de Cristal adalah sebuah pohon legenda yang rumornya memiliki kelopak bunga ajaib. Khasiat kelopak tersebut sanggup menyembuhkan penyakit apapun, termasuk kutukan. Frank awalnya menolak permintaan Lily untuk mencari pohon legenda karena ia telah berkeliling Amazon tanpa pernah melihat pohon itu. Namun, karena Lily menawarkan bayaran cukup besar, akhirnya ia mau terlibat dalam petualangan Lily serta saudaranya yang eksentrik.

Petualangan mereka diwarnai keindahan Sungai Amazon dan suku pedalamannya. Kita juga sudah dibuat tegang sejak menit-menit awal. Akan tetapi, saya malah menyukai beberapa sindiran satir yang muncul di film ini. Justru ini menambah daya tarik Jungle Cruise.


1# Patriarki yang menghina perempuan

Dalam film ini Lily diceritakan memiliki profesi sebagai seorang ilmuwan cerdas. Sayangnya, hanya karena ia seorang perempuan, pendapatnya sebagai ilmuwan justru disepelekan oleh kaum intelektual seprofesinya sendiri.

Lily ditolak oleh Royal Society, sebuah perkumpulan para ilmuwan dan cendekiawan di Inggris. Bahkan Frank sempat melontarkan pertanyaan, mengapa seorang perempuan Inggris malah memakai celana, bukannya gaun. Lily bilang jika ini lebih praktis. 

 

review jungle cruise moviereffi


Hal tersebut menunjukkan jika perempuan di awal abad 20 sangat dibatasi ruang gerak serta perannya dicemooh laki-laki, tidak peduli seberapa pintarnya perempuan. 

 

2# Sikap sombong kaum bangsawan

MacGregor, adik Lily, adalah seorang pemuda yang sangat memperhatikan penampilan meskipun kakaknya hobi bepergian menantang bahaya. Frank heran mengapa pemuda fashionista ini rela bercapek-capek ria menemani Lily.

Rupanya MacGregor pernah memiliki hubungan cinta dengan perempuan yang tidak berada di kelas sosialnya. Pemuda ini diancam akan kehilangan hak waris akibat mencintai perempuan yang dianggap tidak setara. Hanya Lily yang mendukung, maka MacGregor bertekad untuk melindungi kakaknya di manapun.

Pernah mendengar jika bangsawan memandang rendah orang di luar kelasnya? Di dalam film ini pun dibahas dengan cukup menarik.

 

review jungle cruise moviereffi
Villain nyentrik


 

Perkembangan karakter mengesankan

Film ini juga memasukkan unsur fantasi yang menambah keseruan plotnya. Trio Jungle Cruise dikejar-kejar monster abadi dan juga harus berkejaran dengan waktu agar bisa segera menemukan pohon legenda.

 

review jungle cruise moviereffi


Ada banyak plot twist sejak pertengahan cerita, terutama dari sejarah hidup Frank yang masih terkait dengan pencarian Lily selama ini. Yang saya sukai, film ini memang menghidupkan suasana The Mummy dengan pengembangan karakter signifikan. Kita bisa tahu mengapa Frank menjadi sosok mata duitan dan hobi berbohong misalnya.

Chemistry pemain utama dan sosok villain kejam, tetapi nyentrik juga menjadi daya tarik film ini. 


Jungle Cruise cocok ditonton bersama keluarga. Jika kamu penggemar Emily Blunt dan Om The Rock, wajib masukkan film ini di jadwal tontonanmu. Tetap jaga prokes di bioskop ya!


 

 


 

4 Komentar

  1. Jujur aku suka sama film kayak gini apalagi ada kaitannya tentang politik jadi inget dulu orang membuka suara lewat sastra.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Filmnya memang penuh kritikan satir, tapi kemasannya komedi hah

      Hapus