Hubungan Keluarga dan Persahabatan Berbalut Sihir




Judul film ini cukup panjang dan sulit diingat, 'The House with a Clock In Its Walls'. Bahkan sampai saat menulis review ini pun, saya harus membacanya lagi setelah browsing di Google. Judul yang panjang dan susah dihapal ternyata tak serumit yang saya bayangkan. Film ini memberikan kehangatan akan rasa saling memiliki di dalam keluarga dan bagaimana lika-liku dunia persahabatan anak-anak yang akan beralih ke usia remaja.

'The House with a Clock In Its Walls' bercerita tentang anak laki-laki bernama Lewis yang harus menjadi yatim piatu setelah kedua orang tuanya meninggal di dalam sebuah kecelakaan. Ternyata Lewis memiliki seorang paman yang selama ini tidak pernah ia lihat dan bahkan tidak datang ke acara pemakaman orang tuanya. Karena Lewis masih anak-anak, maka Jonathan Barnavelt (Jack Black), yang kini akan mengasuh Lewis. Lewis pun melalui perjalanan darat yang cukup jauh hingga sampai di kota New Zebedee.



Saya bisa sangat merasakan suasana ala Harry Potter sejak scene pertama. Tokoh Jonathan yang memiliki selera fashion aneh,  datang dengan mengenakan jubah mencolok yang disebutnya kimono, membuat Lewis terlihat bertanya-tanya. Yang menarik adalah, Lewis (Owen Vaccaro) adalah tokoh anak-anak yang memiliki pemikiran sangat dewasa. Bisa dilihat pamannya jauh tampak lebih kekanakan dibanding Lewis yang hobi membaca kamus dan ensiklopedia.


Sesampainya di rumah pamannya yang megah dan juga terkesan seram, Lewis bertemu dengan sahabat perempuan pamannya yang bernama Florence Zimmerman (Cate Blanchett). Tak kalah nyentrik dari sang Paman, Mrs Zimmerman yang doyan memakai baju serba ungu ini selalu berbalas kalimat ejekan dengan Jonathan. Baru saja menikmati masa pindahnya, Lewis harus terjaga di malam hari karena mendengar suara aneh. Jonathan mengendap-endap di dalam rumahnya sendiri.

Rumah Jonathan ini juga dipenuhi jam dan lukisan yang bisa berubah-ubah. Cukup seram dan membuat tegang ditambah scoring musik khas film sihir dan elemen horor, membuat saya menahan napas di beberapa bagian. Lewis pun ingin mengetahui rahasia apa yang disembunyikan oleh paman dan sahabatnya itu. Ditambah di dalam mimpi anehnya, ibu Lewis yang sudah wafat mengatakan jika Lewis harus menemukan sebuah kunci untuk membongkar misteri penting.

Justru konflik sebenarnya bermula dari keegoisan Lewis sendiri. Di sekolah barunya tidak ada yang mau berteman dengan Lewis, kecuali seorang anak keren yang sedang mencalonkan diri sebagai calon ketua murid. Senang karena mempunyai kawan yang keren dan ingin pamer, Lewis mengajak si teman yang tidak tulus itu ke rumah pamannya. Akibatnya, sebuah peraturan pun dilanggar. Lewis membuka lemari berisi buku sihir. Keisengan itu pun berlanjut dengan Lewis yang membangkitkan satu penyihir jahat, yang tewas jauh sebelum dia pindah ke New Zabedee.

Saya menyukai tema cerita film ini. Jika di dalam Harry Potter maka hanya anak-anak terpilih saja yang bisa mendapat undangan sekolah di Hogwarts, maka berbeda dengan Lewis. Sihir bukanlah bakat, melainkan ilmu pengetahuan yang bisa dipelajari. Jonathan adalah seorang warlock (penyihir pria) yang memiliki referensi lengkap soal sihir dan Lewis pun cepat sekali menyerap pelajarannya.

Sempat marah kepada Lewis yang melanggar peraturan, akhirnya Jonathan pun mau mengajak Lewis untuk menyelesaikan kekacauan yang disebabkan oleh rasa ingin tahu dan sok kerennya. Kita juga akan melihat bagaimana Mrs Zimmerman harus susah payah memperoleh kembali kekuatan sihirnya karena tersentuh dengan Lewis dan Jonathan. Jonathan yang tidak pernah menjadi orang tua akhirnya belajar pelan-pelan bagaimana mengasuh dan tidak lagi egois. Lewis pun mulai merelakan orang tuanya. Kekuatan sihir musuh pun memang sulit dilawan tetapi film ini membawa kita ke sebuah petualangan menyenangkan dalam satu setting rumah sihir, tanpa harus berpindah ke mana-mana.

Film ini recommended untuk ditonton bersama keluarga. Tetapi ada beberapa adegan yang mungkin terkesan seram untuk anak-anak di bawah usia enam tahun, selebihnya bisa dinikmati siapa saja.

2 komentar:

  1. Aku belum pernah lihat filmnya, setelah baca alur kisah ceritanya di sini jadi pengen lihat hihi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. tonton mbaak, buat kencan sama sekeluarga hehe

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.